Artikel-1
Kaki bengkak pada
masa ibu hamil
Kaki bengkak pada ibu hamil masih dianggap wajar, hal ini dikarenakan adanya peningkatan berat badan sehubungan dengan keberadaan janin. Kaki bengkak pada masa ibu hamil bersifat fisiologis bukan karena penyakit akan tetapi karena adanya peningkatan hormon Progesteron yang menahan cairan, kondisi ini biasanya terjadi pada siang dan sore hari. Dan jika bangun tidur di pagi hari, pembengkakan di kaki akan berkurang.
Kaki bengkak pada ibu hamil masih dianggap wajar, hal ini dikarenakan adanya peningkatan berat badan sehubungan dengan keberadaan janin. Kaki bengkak pada masa ibu hamil bersifat fisiologis bukan karena penyakit akan tetapi karena adanya peningkatan hormon Progesteron yang menahan cairan, kondisi ini biasanya terjadi pada siang dan sore hari. Dan jika bangun tidur di pagi hari, pembengkakan di kaki akan berkurang.
Meski pun demikian ibu hamil harus terus mewaspadai tanda kaki bengkak
pada usia kehamilan diatas 20 minggu apabila disertai dengan hipertensi
(Darah Tinggi) dan apabila hasil pemeriksaan Laboratorium Urinalisa
didapatkan protein (+) di urine maka penyakit ini dinamai Preeklamsi (Keracunan Kehamilan).
PREEKLAMSI
Penyebab Preeklamsi belum diketahui.
Tanda-tanda lain Preeklamsi yaitu nyeri ulu hati yang hebat, pusing yang
hebat, dan mata berkunang-kunang dan kaki bengkak.
Preeklamsi sering terjadi di kehamilan
pertama pada ibu hamil dimana tubuh belum dapat beradaptasi dan menolak
sang janin yang dianggap sebagai benda asing. Dampaknya tubuh
mengeluarkan zat penolak pada kehamilan. Sedangkan pada kehamilan
berikut biasanya tubuh sudah mulai beradaptasi. Tetapi ada pula ibu
hamil yang trauma dengan Preeklamsi sehingga tubuhnya melakukan
penolakan terhadap janin.
DAMPAK PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL DAN JANIN
Preeklamsi punya dampak besar terhadap
ibu hamil dan janin. Jika Preeklamsi berat janin akan tumbuh kecil
karena pertumbuhannya terhambat, plasenta lepas sebelum waktunya
sehingga terjadi perdarahan dan berakibat kematian janin.
Bila Preeklamsi tidak segera ditangani,
ibu hamil akan mengalami keracunan. fungsi ginjal dan hati terganggu,
aliran darah terganggu, semua organ tubuh terganggu dan dapat
menyebabkan kematian.
Cara Mengatasi- Ibu Hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Dalam pemeriksaan dilakukan pengukuran Tekanan Darah, Berat Badan dan dilakukan penditeksian kaki bengkak terutama pada kehamilan trimester 2 dan 3.
- Ibu hamil disarankan untuk istirahat total dan diberikan obat penurun darah dan Dokter terus memonitor tekanan darah. Jika janin dapat dipertahankan sampai masa persalinan tiba maka Dokter segera mengeluarkan janin lebih cepat melalui operasi Sectio Cesaria.
Artikel-2
Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kaki bengkak pada saat hamil
- Istirahat teratur, sisihkan sedikit waktu anda minimal 15 menit dan biarkan tubuh anda dalam kondisi rileks.
- Agar kaki tetap cantik, bunda bisa merendam kaki di air hangat yang dicampur garam dan jeruk nipis, kemudian pijat menggunakan baby oil.
- Setiap pagi dan sore rajin minum air rebusan kacang hijau. Air rebusan kacang hijau yang pertama mendidih kita minum dalam keadaan hangat-hangat kuku dan tidak perlu di tambahin apapun.
- Rajin jalan santai di pagi hari minimal 30 menit tanpa menggunakan alas kaki biar pijatan saat kita jalan santai di pagi hari bisa maksimal. Karena pijatan saat kita jalan di pagi hari membantu melancarkan peredaran darah terutama peredaran darah yang di kaki.
- Setiap mau tidur jangan lupa gerakkan pergelangan kaki 3×9 putaran baik arah kekanan dan ke arah kiri secara bergantian. Gerakan memutar ini kita lakukan dengan pelan dan hati-hati biar kaki kita tidak terkilir atau cidera. Manfaat dari gerakan ini supaya kaki kita rileks.
- Kalau tidur kasih penyanggah kaki biar posisi kaki lebih tinggi dari kepala. Penyangga kaki bisa kita pakai bantal tumpuk 2 atau 3 bantal. Pokoknya posisi kaki lebih tinggi dari kepala kita saat tidur. Hal tersebut bisa membantu supaya peredaran darah di kaki bisa lancar.
- Kurangi mengkonsumsi garam
- Jangan berdiri atau duduk terlalu lama.
Artikel-03
MAKANAN SEHAT SETELAH HABIS MELAHIRKAN
Biasanya ibu muda yang habis melahirkan ia akan lupa kesehatannya dan yang pasti ia juga akan lemas karena orang jhabis melahirkan mengeluarkan tenaka banyak dan kesehatan daya tahan tubuh rentan. dan kulit di perut yang 9 bulan semakin besar sekarang kembali pastinya akan kendor begitu juga vagina dan rahim yang baru saja dilewati barang yang segedhe itu.untuk merapatkannya dan singset kembali para selir – selir kerajaan dulu membuat makanan sehat yang bisa mengembalikan hal tersebut adapun Bahan – bahannya :
a. dua butir telur ayam
b. segelas susu
c. kacang ijo
d. masakan ayam arak merah
cara makannya:
Dua butir telur ayam dicampur dengan segelas susu ditambah masakan ayam arak merah dan bubur kacang ijo, kemudian dimakan tiap hari selama satu bulan atau 40 hari. Dengan makanan ini dan makannya secara teratur insya allah ibu akan terjamin kesehatannya dan akan pulih kembali seperti belum melahirkan. lakukanlah dng kontinyu
Artikel-4
Berhubungan intim setelah Melahirkan
B
oleh, kok, asal dilakukan setelah masa nifas. Tapi jangan lupa, "pemanasan"nya, lo.
Sering terjadi para istri menolak berhubungan intim setelah
melahirkan, sekalipun masa nifas sudah berlalu beberapa hari. Alasannya,
karena takut sakit. Padahal, seperti dikatakan dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS,
ketakutan tersebut sebenarnya tak perlu ada. "Sesudah punya bayi, seks
tetap bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, kok," ujarnya. Malah,
tingkat kepuasannya bisa lebih tinggi dibanding sebelum melahirkan,
"karena semakin didukung oleh pengalaman dan komunikasi di antara
suami-istri yang lebih terbuka," lanjut spesialis kebidanan dan
kandungan yang berpraktek di 3 rumah sakit swasta ini.
POSISI PRIA DI BELAKANG
Memang, diakui Boyke, pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan
biasanya dorongan seks akan menurun. Hal ini disebabkan terjadinya
perubahan fisik dan emosi. "Tentunya ibu yang habis melahirkan perlu
waktu untuk bugar dan sehat kembali, kan?" ujarnya.
Dari segi fisik, misalnya, proses persalinan normal akan membuat
perubahan pada keadaan di sekitar vagina. Saat kepala bayi mengenai
vagina, maka jaringan perineum akan robek. Umumnya robekan tersebut tak
beraturan, yang kemudian akan dijahit setelah proses persalinan usai.
Nah, jahitan ini memerlukan waktu untuk bisa kering kembali seperti
semula. Ada yang hanya 6 minggu sudah kering, ada juga sampai beberapa
bulan.
Setelah 6 minggu, biasanya hubungan intim sudah boleh dilakukan.
"Namun yang kerap terjadi, sesudah masa nifas pun, istri seringkali
takut memulai hubungan intim karena takut sakit. Padahal jika luka sudah
kering, hubungan intim mulai dapat dilakukan kembali. Asal posisinya
saja yang diatur," tutur dokter puskesmas teladan se-propinsi Lampung
pada 1985 yang pernah mengikuti kursus dan seminar tentang seks dan
kesehatan reproduksi di Bali (1988), Singapura (1989), Ujung Pandang
(1992) dan Australia (1996) ini.
Nah, agar istri tak cemas akan rasa sakit tersebut, Boyke
menganjurkan agar sebaiknya jangan terburu-buru melakukan hubungan intim
dengan posisi missionary atau pria di atas seperti yang umumnya
dilakukan. "Posisi yang paling baik adalah dog position
atau posisi pria dari belakang," katanya.
Dengan demikian si wanita tak langsung merasa sakit pada saat penetrasi. Begitu pula pada wanita yang melahirkan lewat operasi caesar
, posisi pria dari belakang yang paling aman. Sebab, meski tak mengalami
perobekan perineum, namun bukan berarti hubungan intim dapat dilakukan
begitu persalinan usai. Sebab, terang Boyke, wanita yang dioperasi
caesar pun memerlukan waktu untuk mengembalikan kondisi otot-otot
perutnya setelah dioperasi. "Para bapak perlu tahu, bedah caesar
dibuat di dekat leher rahim dan uterus, sehingga pada saat penetrasi
yang dalam, penis bisa menyebabkan rasa sakit di bagian tersebut."
Karena itu, pada tahap awal hubungan intim hendaknya dilakukan dengan
hati-hati. "Himpitan atau tekanan di bagian perut sebaiknya dihindari.
Juga permainan yang keras."
USAI MENYUSUI
Dari segi emosi, hilangnya gairah untuk berhubungan intim disebabkan
si ibu terlalu capek mengurus bayi. "Setelah masa nifas usai, biasanya
istri cenderung lebih memperhatikan anaknya ketimbang suami. Akibat
peran ibu yang terlalu dinikmati ini, maka seringkali istri melupakan
kewajiban yang lain, yaitu seks dan mengurus suami," tutur Boyke.
Terlebih pada wanita bekerja, sering berpikir bahwa waktu cutinya yang
tiga bulan harus benar-benar dimanfaatkan untuk anak. Tak heran bila
kemudian waktunya melulu hanya untuk anak sampai suami tak dipikirkan.
"Padahal suami, kan, butuh diurus juga.
Akibatnya, suami bisa menganggap kehadiran anak malah jadi
mengganggu. Buntutnya, kehidupan seks di dalam rumah tangga pun jadi
hancur-hancuran." Sebenarnya, ujar Boyke, di sela-sela kesibukan
mengurus bayi, hubungan intim tetap dapat dilakukan. "Carilah waktu di
sela-sela si kecil sedang tidur nyenyak." Namun Boyke mengingatkan,
jangan marah dan stres jika di saat "permainan" berlangsung si kecil
tiba-tiba menangis dan minta perhatian. Keadaan ini harus diterima
sebagai suatu kewajaran. Namanya juga punya bayi, tak akan sebebas dulu
lagi.
Yang penting, meskipun sibuk dengan urusan anak, jangan sampai
kehilangan kesempatan untuk berduaan dengan suami. "Frekuensi memang
bisa berkurang, tapi kualitas harus tetap dijaga. Misalnya, kalau bayi
sering menangis malam hari, lakukanlah di sore hari. Pada saat bayi
tertidur lelap di siang hari, suami di kantor, usahakan agar ibu juga
ikut beristirahat karena libido akan muncul kalau kita habis tidur."
Boyke juga menyarankan, sebaiknya melakukan hubungan intim sesudah
menyusui. Bukankah seks biasanya disertai dengan rangsangan?
Nah, seringkali akibat rangsangan ini, ASI keluar. Kalau dilakukan
sesudah menyusui, walaupun payudaranya ditekan-tekan ASI tak akan
keluar. Dikhawatirkan, suami akan langsung "loyo" begitu ASI keluar pada
saat ia melakukan perangsangan di daerah payudara. "Ada, lo, suami yang
begitu. Karena dalam bayangannya, seperti intim dengan ibunya," tukas
Boyke.
UBAH PANDANGAN NEGATIF
Rendahnya hasrat seksual juga terjadi karena runtuhnya kepercayaan
diri. Bukankah wanita yang habis melahirkan biasanya memiliki pandangan
negatif tentang dirinya? Ia merasa dirinya tak segar lagi, tak seksi
lagi, menjadi gemuk, kulit kehitam-hitaman, dan menganggap dirinya tak
lagi menarik di depan suami.
Nah, pandangan negatif terhadap diri sendiri inilah yang akan
mengganggu aktivitas seksual suami-istri. Padahal, ujar Boyke, suami
juga sudah maklum, kok, terhadap perubahan-perubahan itu. "Mereka
mengerti istrinya baru melahirkan. Bahkan, tak sedikit pula yang malah
beranggapan, istrinya justru jadi lebih cantik dan montok sesudah
melahirkan." Jadi, tak perlu kalap dan panik karena khawatir tak disukai
suami lagi. Lagi pula, di tengah-tengah hubungan intim, bukankah suami
pun tak akan sempat memelototi badan kita yang melar? Boyke justru
menyarankan, ketimbang cemas memikirkan bentuk tubuh, lebih baik
berpikir mendapat berkah. "Bukankah tak setiap perempuan diberi
kesempatan menjadi ibu?"
Selain itu, persoalan bentuk badan sebenarnya tak sulit diatasi.
Dengan berolah raga secara bertahap dan mengikuti diet yang tak
mengganggu produksi ASI, toh, lama-lama bentuk tubuh akan kembali
langsing seperti semula. Misalnya, saat si kecil sedang tidur, nah,
lakukanlah senam. Harap diingat, bentuk tubuh yang terlalu gemuk juga
akan mengurangi gairah seks, lo.
PENTINGNYA "PEMANASAN"
Bagi para bapak, Boyke mengingatkan, jangan mentang-mentang karena
sudah "berpuasa" sekian minggu lantas main "tembak langsung" begitu
berhubungan dan tergopoh-gopoh melakukannya. "Memang suami sudah
kepingin, tapi cobalah untuk saling mengenal tubuh masing-masing dahulu.
Lakukan pengenalan secara pelan-pelan dengan cara foreplay
, kemudian barulah masuk ke dalam permainan yang sesungguhnya."
Secara psikologis, terang Boyke, setelah melahirkan, istri memang
memerlukan permainan pembuka yang lebih panjang. Antara lain karena
sebenarnya ia ingin mengalihkan perhatian dari bayinya. Disamping,
menyusui menyebabkan berkurangnya hormon estrogen yang mengakibatkan
berkurangnya kelembaban di vagina.
Nah, bila hubungan intim dilakukan pada kondisi vagina kering akan menyebabkan rasa sakit dan tak nyaman. "Dengan foreplay
yang baik, suami bisa menarik perhatian istri, meskipun awalnya istri
menolak. Lama-lama istri pun akan menghangat dan berkonsentrasi lagi.
Karena bagaimana pun, masih ada cinta di antara mereka." Selain itu,
bisa jadi akibat proses persalinan menyebabkan titik-titik sensitif di
vagina berpindah tempat. "Jadi para suami cobalah untuk bereksplorasi
lagi. Apakah ada perbedaan antara waktu istri sebelum hamil, saat hamil,
dan sesudah melahirkan."
Kemudian, dalam melakukan perangsangan juga tak sama seperti kala
istri belum melahirkan. Misalnya, dulu biasanya merangsang istri dengan
meremas payudaranya, maka setelah melahirkan hal itu akan terasa sakit
bagi istri. Nah, gantilah dengan elusan atau usapan-usapan lembut.
"Kalau masih terasa sakit juga, pindah ke bagian lain." Tentunya, istri
pun tak boleh ragu untuk mengatakan tentang rabaan atau pijatan seperti
apa yang diinginkan. "Kalau suami ragu untuk menyentuh karena takut
menyakiti, istri bisa mengajarkan bagian-bagian mana saja yang tak sakit
jika disentuh."
BALAS DENDAM
Ada kalanya keengganan istri melakukan hubungan intim setelah
melahirkan didasari oleh unsur balas dendam. Misalnya, karena suami tak
banyak membantu dalam kesibukan merawat bayi, hanya ia seorang yang
jatuh-bangun mengurus si bayi. Tengah malam kala ia harus bolak-balik
bangun untuk menyusui ataupun mengganti popok, eh, suami malah
enak-enakan mendengkur. Akibatnya, timbullah rasa sakit hati pada istri
karena ia merasa tak diperhatikan oleh suaminya.
Akhirnya, timbullah perasaan dendam itu, "Biarin
aja, enggak aku kasih!" Sehingga hubungan intim pun tak terjalin
lantaran istri sakit hati. Perlu diketahui, perasaan merupakan faktor
penting dalam berhubungan intim. Nah, agar hubungan intim sesudah
melahirkan terasa lebih fun dan kedua belah pihak dapat menikmati, Boyke
minta agar suami sebaiknya mengerti secara emosional tentang kebutuhan -
kebutuhan istri setelah melahirkan. "Luangkan waktu lebih banyak untuk
istri, dampingilah dia pada saat menyusui atau mengurus bayinya. Tak
usah repot-repot ikut mengganti popok bila tak ingin, yang penting mau
ikut bangun tengah malam, ikut bantu menggendong, memijati istri kala
capek, dan sebagainya."
Pendeknya, bersikaplah mesra pada istri dan tunjukkan perhatian
kepada istri maupun si kecil. Dengan demikian, istri akan senang
sehingga ia dapat dengan suka hati menjalankan fungsinya dalam
memberikan nafkah batin kepada suami. Nah, sudah tahu, kan, Pak-Bu,
bagaimana mennyiasati agar tetap mesra sesudah masa nifas berlalu.
Tips Mengatasi ANAK BATUK-PILEK
1. Berikan minum lebih banyak untuk mengencerkan lendir di tenggorokannya.
2. Banyak istirahat .
3. Berikan obat yang sesuai gejala yang ada. Hindari obat yang berkhasiat menyembuhkan banyak gejala (batuk, pilek, hidung tersumbat, demam) dalam kemasan, kecuali semua gejala itu memang ada pada si kecil.
4. Berikan obat batuk yang bersifat mengencerkan dahak. Hindari obat batuk yang bersifat menekan batuk karena akan menghambat lendir yang akan keluar.
5. Jangan beri obat batuk bebas untuk anak dibawah usia 2 tahun.
6. Segera hubungi dokter jika dalam waktu 2 hari setelah mengkonsumsi obat bebas tidak tampak perbaikan.
Tips Mengatasi ANAK DEMAM
1. Demam dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi, obat penurun demam (parasetamol) diberikan bila suhu lebih dari 38C atau bila anak rewel.
2. Berikan minum sesering mungkin agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
3. Hindari pemakaian selimut dan pakaian yang terlalu tebal.
4. Berikan kompres air hangat dengan cara membasahi seluruh tubuh dengan handuk hangat atau memandikannya dengan air hangat.
5. Jika anak pernah menderita kejang demam, siapkan obat anti kejang lewat dubur di rumah.
6. Bawa segera ke dokter jika demam tetap berlangsung selama 24-48 jam.
7. Periksa darah bila demam sudah 3 hari.
Tips Mengatasi ANAK DIARE
1. Teruskan pemberian ASI, susu formula & makanan padat pada bayi.
2. Berikan oralit atau larutan gula garam untuk mengganti cairan yang hilang.
3. Berikan makanan seperti biasa, hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti sayuran dan buah.
4. Jangan beri anak obat antidiare karena akan menghambat kuman yang akan keluar.
5. Kenali dan waspadai tanda-tanda DEHIDRASI pada anak, diantaranya : mata cekung, haus, mulut kering, demam & kencing berkurang.
6. Jika terjadi hal-hal seperti: mencret >5 kali sehari, tanda-tanda dehidrasi, berak berdarah & muntah terus menerus, segera bawa anak anda ke dokter
Diare pada bayi baru biasanya disebabkan karena virus yang disebut rotavirus. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh bakteri, alergi susu sapi, atau keracunan makanan bila bayi sudah makan makanan padat pertamanya.

Gejala-gejala yang mengikuti diare pada bayi:
Cara mengatasi diare pada bayi:
Pepatah mengatakan 'lebih baik mencegah daripada mengobati'. Dan itu benar. Lakukan pencegahan sebelum bayi Anda terkena diare, dengan:
Biasanya, diare pada bayi berlangsung kurang dari seminggu. Ibu perlu waspada jika diare disertai darah, segera bawa ke dokter
Artikel-5
TIPS MENGATASI BATUK-PILEK, DEMAM & DIARE PADA ANAK
1. Berikan minum lebih banyak untuk mengencerkan lendir di tenggorokannya.
2. Banyak istirahat .
3. Berikan obat yang sesuai gejala yang ada. Hindari obat yang berkhasiat menyembuhkan banyak gejala (batuk, pilek, hidung tersumbat, demam) dalam kemasan, kecuali semua gejala itu memang ada pada si kecil.
4. Berikan obat batuk yang bersifat mengencerkan dahak. Hindari obat batuk yang bersifat menekan batuk karena akan menghambat lendir yang akan keluar.
5. Jangan beri obat batuk bebas untuk anak dibawah usia 2 tahun.
6. Segera hubungi dokter jika dalam waktu 2 hari setelah mengkonsumsi obat bebas tidak tampak perbaikan.
Tips Mengatasi ANAK DEMAM
1. Demam dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi, obat penurun demam (parasetamol) diberikan bila suhu lebih dari 38C atau bila anak rewel.
2. Berikan minum sesering mungkin agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
3. Hindari pemakaian selimut dan pakaian yang terlalu tebal.
4. Berikan kompres air hangat dengan cara membasahi seluruh tubuh dengan handuk hangat atau memandikannya dengan air hangat.
5. Jika anak pernah menderita kejang demam, siapkan obat anti kejang lewat dubur di rumah.
6. Bawa segera ke dokter jika demam tetap berlangsung selama 24-48 jam.
7. Periksa darah bila demam sudah 3 hari.
Tips Mengatasi ANAK DIARE
1. Teruskan pemberian ASI, susu formula & makanan padat pada bayi.
2. Berikan oralit atau larutan gula garam untuk mengganti cairan yang hilang.
3. Berikan makanan seperti biasa, hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti sayuran dan buah.
4. Jangan beri anak obat antidiare karena akan menghambat kuman yang akan keluar.
5. Kenali dan waspadai tanda-tanda DEHIDRASI pada anak, diantaranya : mata cekung, haus, mulut kering, demam & kencing berkurang.
6. Jika terjadi hal-hal seperti: mencret >5 kali sehari, tanda-tanda dehidrasi, berak berdarah & muntah terus menerus, segera bawa anak anda ke dokter
Artikel-6
Merupakan salah satu penyakit pertama bayi baru. Sejak lahir, bayi bisa saja mengalami diare. Kenali penyebab, gejala, cara mengatasi dan juga pencegahannya agar bayi tetap sehat.Diare pada bayi baru biasanya disebabkan karena virus yang disebut rotavirus. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh bakteri, alergi susu sapi, atau keracunan makanan bila bayi sudah makan makanan padat pertamanya.
Gejala-gejala yang mengikuti diare pada bayi:
- Fesesnya cair.
- Frekuensi BAB meningkat dari yang biasa 2 – 5 kali sehari menjadi tiga kali lipatnya atau lebih.
- Kadang disertai muntah dan demam.
- Bayi jarang buang air kecil yang menandakan bayi dehidrasi.
Cara mengatasi diare pada bayi:
- Tetap beri bayi ASI agar tidak dehidrasi. Pastikan cairan yang masuk ke tubuh bayi adekuat. ASI diberikan perlahan tapi terus menerus tanpa henti selama sekitar 10 – 30 menit.
- Pemberian oralit untuk bayi harus atas petunjuk dokter.
- Bila bayi sudah makan, beri dia makanan yang mudah dicerna seperti pisang dan kentang.
Pepatah mengatakan 'lebih baik mencegah daripada mengobati'. Dan itu benar. Lakukan pencegahan sebelum bayi Anda terkena diare, dengan:
- Jaga kebersihan tangan Anda dengan mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi. Ini dimaksudkan untuk mencegah bayi tertular diare.
- Jaga kebersihan alat makan bayi.
Biasanya, diare pada bayi berlangsung kurang dari seminggu. Ibu perlu waspada jika diare disertai darah, segera bawa ke dokter
Artikel-6
Next..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar